Budaya Jadi Sisi Unik Destinasi Wisata


SIDANG ke-99 dewan eksekutif organisasi tertinggi dunia di bidang pariwisata (UNWTO) sepakat menegaskan budaya dan pariwisata merupakan dua bidang yang bersinergi.Keduanya sama-sama berperan dalam meningkatkan daya saing global destinasi wisata suatu negara.

“Keduanya seperti sebuah koin dengan dua sisi berbeda. Anggota UNWTO sepakat mendorong keduanya agar lebih ditingkatkan dengan memaksimalkan peran pemerintah dan sektor industri bidang pariwisata,“ papar Sekjen UNWTO Taleb Rifai kepada pers seusai penutupan Sidang Ke-99 Dewan Eksekutif UNWTO, di Samarkand, Uzbekistan, Jumat (3/10) petang.Taleb turut didampingi Ketua Sidang ke-99 Dewan Eksekutif UNWTO Sapta Nirwandar.

Menurut Taleb, budaya suatu negara bakal memberikan sesuatu yang unik pada sektor pariwisata. Budaya tidak hanya menjadi magnet untuk menarik wisatawan, tapi juga memberikan sisi lain tentang asal-muasal suatu negara dan kehidupan masyarakatnya.

“Tinggal bagaimana para anggota UNWTO ini mengemas produk budaya dan wisata itu menjadi sesuatu yang berbeda dari negara lainnya,“ tutur Taleb seperti dilaporkan wartawan Media Indonesia Sidik Pramono dari Samarkand, Uzbekistan.

Sapta Nirwandar menjelaskan agar para anggota UNWTO mampu mengembangkan warisan budaya dan pariwisata menjadi sesuatu daya tarik bagi wisatawan.Itu antara lain bisa dilakukan melalui penerapan teknologi modern dan informasi yang jelas terkait dengan destinasi pariwisata itu sendiri.

Mobil Mewah Mencari Celah

Rental Mobil Solo - Merek-merek yang terkena getah PPnBM 125% diperkirakan akan mengubah fokus mereka ke mobil-mobil berkapasitas mesin lebih rendah.
Setelah tak jelas rimbanya sejak dicetuskan tahun lalu, akhirnya ada selintas petunjuk soal kepastian penaikan pajak penjualan barang mewah (PPnBM), dengan mobil-mobil mahal sebagai target operasi utamanya. Sederet pabrikan pun bersiap menyambut dan mencari celah agar penjualan mereka tetap moncer meski kelak diterpa pajak teramat besar.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono-lah yang mengungkapkan pemerintah bakal mengubah peraturan terdahulu tentang PPnBM bagi kendaraan bermotor, dari semula 75% menjadi 125%. ‘Berlaku bulan depan (April)’, tulis SBY pada Jumat (21/3) melalui akun Twitter @SBYudhoyono.

Kendaraan bermotor yang terkena besaran pajak baru tersebut, lanjut SBY, ialah mobil jenis sedan atau station wagon. ‘(Yang terkena ialah mobil bermesin) 3.000 cc untuk motor bakar cetus api (bensin) dan 2.500 cc untuk bahan bakar nyala kompresi (diesel)’, tutupnya.